Kali ini, kita akan membahas seputar Primbon. Beberapa kali pernah saya sampaikan, bahwa isi primbon itu sebenarnya sangat luas. Pepak, kalau orang Jawa bilang. Bukan hanya soal weton atau perjodohan saja, tetapi memuat hampir semua aspek kehidupan manusia.

Termasuk, tentang petunjuk alam. Salah satunya adalah apa yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Yaitu makna petunjuk alam, yang berupa halilintar, menurut Primbon Jawa.

Berdasarkan Primbon Jawa, apabila ada kilat menyambar, padahal tidak ada hujan dan langit tidak mendung, maka maknanya adalah sebagai berikut:

Bila arahnya di timur, artinya akan turun banyak hujan. Serta penduduk banyak yang menderita kesusahan.

Bila arahnya di tenggara, maka maknanya adalah akan muncul banyak penyakit serta kematian. Bila arahnya di selatan, itu tandanya harga sandang pangan bakal terjangkau. Serta tidak kekurangan binatang ternak, dan para penduduk merasa tenteram.

Bila arahnya di barat daya, maknanya adalah wajar tanpa halangan apapun.

Bila arahnya di barat, maka maknanya adalah hujan tidak banyak turun, tetapi banyak buah-buahan yang jadi. Maksudnya dalam hal ini, adalah tanaman akan banyak berbuah.

Bila arahnya di barat laut, merupakan pertanda bahwa negara akan Makmur, dan penduduk akan tenteram hatinya.
Bila arahnya di utara, merupakan pertanda akan terjadi perang besar, para pejabat serta penduduk akan bersusah hati.

Terakhir, bila arahnya di timur laut, maka itu tandanya hujan akan turun jarang-jarang, harga sandang pangan mahal tidak terjangkau, negara akan mengalami huru hara, serta banyak penyakit dan kematian.

Kurang lebih seperti itulah maknanya halilintar yang menyambar ketika hari terang, menurut Primbon Jawa. Boleh percaya boleh tidak, atau bila di daerah Anda hal semacam ini dimaknai lain, boleh ceritakan di kolom komentar.

Karena seringkali, tiap daerah punya cerita sendiri, tentang pertanda alam semacam ini. Seputar primbon halilintar ini, saya cukupkan sekian. Semoga memberikan sedikit tambahan wawasan bagi Anda.

Menguak Tanda Alam Kilat Menyambar Menurut Primbon Halilintar
Tagged on: