Kali ini, kita akan membahas, tentang apa yang semestinya dilakukan, ketika kita merasa memiliki bakat spiritual terpendam.

Sebagian dari Anda mungkin masih ingat, dulu pernah saya bagikan beberapa cirinya, orang yang memiliki bakat spiritual. Termasuk dalam ciri-ciri tersebut, antara lain adalah memiliki empati yang tinggi, mengalami firasat yang kemudian menjadi nyata, memiliki imajinasi tinggi, dan selalu terbangun dini hari.

Berangkat dari bahasan tersebut, saya kemudian menerima banyak sekali pertanyaan, dari Anda yang merasa memiliki, atau mengalami semua ciri-ciri tadi.

Bahkan banyak yang mengaku, menerima firasat terkait kematian. Jadi misalnya, di sekitar Anda, ada orang yang meninggal dunia. Entah bagaimana, sebelum orang ini meninggal, Anda sudah tahu dulu. Sudah merasakan firasat yang tidak dapat Anda jelaskan, bahwa orang tersebut akan berpulang.

Hal semacam ini, kedengarannya memang seperti tidak masuk akal. Seperti sangat ‘wah’ dan tidak biasa. Tetapi pada kenyataannya, yang mengaku memiliki kemampuan tersebut, hampir setiap hari ada.

Artinya apa? Artinya, pengalaman semacam ini dialami banyak orang. Dan kalaupun misalnya Anda menerima firasat seperti itu, kemudian Anda ceritakan pada orang lain, biasanya malah tidak terjadi.


Baca Juga :


Inilah mengapa sering sekali saya tekankan, bahwa umur itu di tangan Tuhan. Nyawa kita di tangan Tuhan. Bukan di tangan manusia. Sesungguhnya kita tidak mungkin bisa memperkirakan, kapan seseorang akan berpulang.

Jadi sekiranya Anda merasa mengalami firasat semacam tadi, tidak perlu panik. Bukan berarti Anda memiliki bakat spiritual yang harus didalami, tetapi imanilah sebagai cara Tuhan untuk mengingatkan, bahwa kita perlu lebih mendekatkan diri.

Anggaplah kita diingatkan, bahwa suatu saat kita juga akan mati. Jangan malah dianggap, bahwa kita memilki bakat, untuk menjadi orang sakti.

Sehingga untuk Anda, yang mungkin merasa memiliki bakat spiritual terpendam, apa yang semestinya kita lakukan? Yang semestinya kita lakukan, adalah menyadari apa yang kita alami ini, sebagai suatu bentuk kekuasaan ilahi. Kita jadikan motivasi untuk memperbaiki diri kita. Mendekatkan diri kita.

Sebelumnya sudah pernah saya sampaikan juga, bahwa sekalipun kita memiliki bakat spiritual, bukan lantas berarti bahwa kita berkewajiban untuk menekuni bakat tersebut. Ibaratnya jika ada seseorang yang berbakat menjadi penari, tetapi lebih memilih untuk menjadi seorang guru, itupun tidak masalah.

Apapun yang menjadi jalan hidup Anda, Anda tetap berkesempatan untuk menjadi manfaat bagi sesama.

Maka dari itu, tidak perlu panik. Kalaupun Anda merasa memiliki bakat spiritual, jadikanlah modal untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Semoga senantiasa diberikan petunjuk, diberikan kemudahan, untuk menjalani hidup secara harmonis.

Kurang lebihnya, demikianlah yang dapat saya sampaikan, untuk Anda yang merasa memiliki bakat spiritual. Semoga dapat memberikan pencerahan tersendiri untuk Anda.

Harus Bagaimana, Bila Memiliki Bakat Spiritual?
Tagged on: