Pernahkah Anda mendengar, soal ayam cemani? Istilah cemani sendiri, secara bahasa, artinya adalah hitam sama sekali. Seluruhnya hitam. Jadi ayam cemani, adalah ayam yang seluruhnya berwarna hitam.

Jika mungkin Anda sudah pernah mendengar nama Ayam Cemani, maka besar kemungkinan, Anda sudah pernah mendengar juga soal kepercayaan yang menyertainya.

Ayam Cemani itu cenderung berharga mahal, bukan sekedar karena langka, tetapi juga karena ayam ini dicari khusus, untuk tujuan-tujuan tertentu, yang bersifat metafisik. Banyak orang percaya, bahwa ayam cemani dapat mengusir roh jahat. Dan dapat mencegah kedatangan roh-roh jahat tersebut pula.

Anda pun mungkin pernah mendengar, bahwa Ayam Cemani dipakai pula dalam ritual-ritual yang bersifat spiritual atau keadatan.

Benarkah Bisa Mengusir Roh Jahat?

Disebut ayam cemani, karena warna ayam ini memang hitam. Seluruhnya, seutuhnya. Termasuk warna bulu, kulit, mata, daging, darah, bahkan tulangnya sekaligus. Tidak sedikit orang percaya, bahwa ayam cemani ini bisa mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya.

Bahkan darah ayam cemani, dipercaya bisa membuat orang kuat dalam menghadapi pertempuran. Caranya, tentu saja dengan diminum. Padahal semestinya meminum darah bukanlah sesuatu yang wajar dan lazim dilakukan.
Mitos lain mengatakan, bahwa jika darah ayam cemani ini dioleskan pada kepala bayi, maka bayi tersebut akan dijauhkan dari gangguan roh jahat.

Itu baru darahnya. Bulunya pun begitu. Bulu ayam cemani, oleh sebagian pihak, dipercaya bisa menangkal roh jahat yang bersifat mengganggu.

Bukan hanya daging atau kulitnya, telur ayam cemani pun ada yang berwarna hitam. Telur ayam cemani yang berwarna hitam inilah, yang dipercaya mendatangkan keberuntungan, bila disimpan. Untuk mendapatkan telur hitam ini tentu saja tidak mudah, karena tidak semua ayam cemani bertelur hitam. Ada yang telurnya tetap putih seperti ayam kebanyakan.

Kalau untuk bagian dagingnya, sebagian orang percaya, bahwa daging ayam cemani ini, biasa dipakai pula, sebagai perlengkapan ritual pelarisan atau pesugihan. Sebagai tumbal, begitu. Sebagai bagian dari syarat yang harus dipenuhi.

Sampai disini tentunya tidak mengherankan lagi, kenapa ayam cemani dihargai begitu mahal. Apalagi jumlahnya memang tidak sebanyak ayam-ayam lain. Anda sendiri, apakah sudah pernah melihat ayam cemani secara langsung?

Atau barangkali pernah mendengar pengalaman orang lain, yang menggunakan ayam cemani ini, untuk tujuan tertentu yang bersifat pribadi? Boleh ceritakan pengalaman tersebut di kolom komentar di bawah.

Ayam Cemani, Benarkah Bisa Mengusir Roh Jahat?