Tidak semua pengamal Ajian Macan Putih mengakui secara terbuka bahwa mereka memiliki ilmu supranatural ini sebagai pegangan. Tetapi meski demikian, tetap saja ada sebagian yang bersedia membagikan ceritanya. Sesuai permintaan klien, beberapa kesaksian telah kami samarkan identitasnya demi menjaga kerahasiaan klien.

Nantinya, Anda pun bisa ikut berbagi cerita kepada kami. Cukup kirimkan pengamalan Anda selama mengamalkan Ajian Macan Putih melalui email. Atau bisa juga dikirimkan lewat pesan singkat, biar kami tuliskan ulang dalam bentuk paragraf tanpa mengubah isinya sama sekali.


Istri Menjadi Lebih Penurut Sejak Saya Mengamalkan Ajian Macan Putih

Salam hormat dan sejahtera untuk Bu Dewi,

Ajian Macan Putih sudah selesai saya amalkan, sedangkan untuk mantranya sendiri masih terus saya pakai sampai sekarang. Alhamdulillah, sejak mengamalkan Ajian Macan Putih ini entah mengapa istri jadi semakin penurut. Tidak suka berbicara kasar dan membantah seperti dulu.

Dilihat dari umur, istri memang sedikit lebih tua dari saya. Jadi sejak awal ya dia memang cenderung lebih ngemong dan dewasa. Tapi yang saya tidak menduga, setelah berumah tangga kedewasaannya itu justru dijadikan alasan untuk mengatur saya dan memerintah seenaknya. Bicaranya makin hari makin kasar, galak sekali bahkan ketika kami sedang berada di depan anak-anak.

Tapi Alhamdulillah, sekarang istri saya sudah jadi sangat penurut. Saya memang secara khusus mengamalkan Ajian Macan Putih untuk menundukkan hatinya. Puji syukur terkabul juga atas seizin Tuhan. Terima kasih ya, Bu Dewi. Kapan-kapan biar saya ke Kudus untuk berkunjung.

Hormat saya,

Wahyu – Jakarta (bagxxxwahyu@gmail.com)


Berkat Ajian Macan Putih, Usaha Semakin Lancar Dan Berkah

Selamat siang, Mas Wahyu. Mau ikut cerita sedikit soal perkembangan amalan Ajian Macan Putih saya. Tadinya saya mengamalkan Ajian Macan Putih karena merasa sering tidak dihargai oleh anak buah dan karyawan saya sendiri. Akibatnya mereka jadi sering membantah dan tidak mematuhi perintah saya. Tempat kerja jadi berantakan dan usaha sempat mandeg di situ-situ saja.

Sekarang sikap mereka sudah berubah, Alhamdulillah. Sudah lebih hormat, tidak banyak membantah atau menggunjingkan saya diam-diam. Perintah saya juga segera dipatuhi, pekerjaan jadi lancar dan pemasukan perusahaan kami sudah naik pesat tiga bulan ini.

Perubahan-perubahan itu memang tidak terjadi seketika, Mas Wahyu. Tetapi perlahan, sedikit demi sedikit sejak saya mengamalkan Ajian Macan Putih sesuai saran Bu Dewi Sundari. Saya bersyukur sempat diperkenalkan Tuhan dengan beliau. Titip salam hormat dan terima kasih saya ya, Mas Wahyu.

Drajat – Jawa Barat (juaxxxesin@yahoo.com)


Tidak Pernah Diremehkan Lagi Berkat Ajian Macan Putih

Sebagai pendatang, selama ini saya sering merasa diremehkan oleh tetangga-tetangga saya. Dianggap sebelah mata, begitu. Sampai-sampai setiap kali ada pertemuan warga saya selalu terlewat dan tidak diundang.

Karena itulah saya tertarik untuk mengamalkan Ajian Macan Putih. Setelah beberapa lama menguasai ajian ini, sikap tetangga jadi berubah. Lebih menghargai, begitu. Setiap kali saya lewat selalu disapa. Pertemuan warga tidak pernah kelewatan lagi.

Padahal dulu, saya seperti tidak ada saja. Dianggap tidak penting dan kepentingan saya selalu dinomorduakan. Syukurlah sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Saya senang bisa hidup bermasyarakat dengan lebih baik.

Sutrisno – Palembang


Mudah Mempengaruhi Calon Pelanggan Berkat Mustika Macan Siliwangi

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Apa kabar dan semoga sehat selalu untuk Bu Dewi. Saya Setio di Temanggung, salah satu pemakai Mustika Macan Siliwangi, mau mengucapkan terima kasih karena Alhamdulillah, usaha batin saya berhasil.

Sejak menggunakan pegangan yang disarankan Bu Dewi Sundari ini, saya lebih gampang mencari pelanggan baru. Sepertinya mereka mudah sekali percaya pada penjelasan saya, dan lebih mudah percaya juga. Saya sendiri tadinya sampai heran, tapi ya sudahlah toh usaha saya ini arahnya kan kebaikan.

Beberapa hari lalu saya mendapat kabar bahwa saya akan segera dipromosikan untuk naik jabatan. Doakan ya Bu Dewi. Semoga pekerjaan saya semakin lancar dan berkah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Setio A. – Temanggung (dealxxx@gmail.com)


Mertua Tunduk Sejak Saya Menguasai Ajian Macan Putih

Selamat siang, Bu Dewi.

Dulu saya sering bilang, bahwa pedasnya sambal tidak sepedas omongan mertua. Perkataan saya itu saya yakin benar, nyatanya mertua saya suka bicara pedas sekali. Merendahkan saya yang berasal dari keluarga biasa. Terkadang malah sampai menyinggung soal orang tua saya yang dulunya tidak punya apa-apa.

Padahal selama menjadi istri saya, anak mereka saya perlakukan dengan sangat baik. Istri saya ini pun sebenarnya heran, kenapa kedua orang tuanya masih saja bersikap seperti itu. Memang, tadinya istri saya hendak dijodohkan dengan seorang pengusaha kaya yang sukses. Tapi kemudian ia menolak dan memilih untuk menerima lamaran saya. Sepertinya, Bu Dewi, orang tua istri masih tidak rela.

Sesuai saran Bu Dewi tempo hari, sekarang ini saya mengamalkan Ajian Macan Putih. Hasilnya sudah mulai kelihatan, mertua sudah lebih ramah dan lunak sikapnya. Tidak pernah menjelek-jelekkan saya lagi. Malah ketika terakhir kali saya berkunjung, saya disapa dan disambut dengan penuh senyum. Harapan saya, mertua juga bisa seramah itu dengan kedua orang tua saya yang tadinya dianggap remeh. Mohon bantuannya, Bu Dewi. Saya hanya ingin keluarga yang rukun dan sama-sama menghargai.

Ari – Semarang


Artikel Paling Dicari: